GRATIS!

Promo

Recent Posts

Archives

Topics

Statistic

Meta

Text Ads

This Day in History


« terima kasih | Main | Semuanya ada di tanganmu, Nak »

Pencarian Kebenaran

By Jana | March 7, 2009

Otak bayi anda adalah sebuah mekanisme Pencarian Kebenaran. Dan hal ini terjadi untuk sebuah alasan yang sangat sederhana yaitu mempertahankan kelangsungan hidup. Jika bayi anda tidak tahu hal-hal mendasar bahwa api bisa membakar, benda tajam bisa memotong, juga aspek-aspek dunia nyata yang lebih tinggi dan rumit, kesempatannya untuk mempertahankan kelangsungan hidup sangatlah berkurang. Dengan demikian, secara alamiah otak bayi anda terhubung seperti detektif, mengejar kebenaran dalam rangka meningkatkan kesempatan untuk hidup sukses.

Menurut Tony Buzan dalam bukunya “Brain Child“, bayi memeriksa segala sesuatu, termasuk apa yang dilakukan oleh anda sebagai orang tua, dan menyaringnya lewat otaknya yang amat sangat kuat, memeriksa, memeriksa, memeriksa apakah anda benar dengan menggunakan logika, indra, dan intuisinya.

Jika saat ini anda khawatir dan gugup, ingatlah bahwa anda melakukan hal yang sama persis terhadap orang tua anda!

Inilah sebabnya mengapa anak-anak (dan sesungguhnya kebanyakan orang dewasa) dapat menahan berbagai keadaan miskin, sakit, dan cacat namun masih merasa sangat terluka ketika seseorang melakukan sesuatu yang mereka anggap tidak adil, atau ketika mereka ditipu atau dibohongi.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban orang tua yang penuh kasih sayang untuk mengatakan apa yang benar. Tindakan itu akan segera menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

Pertama-tama, ketika otak mengatakan kebenaran, tubuh menjadi lebih terbuka. Semua indra bekerja lebih tajam dan kuat, dan stress jauh berkurang. Bayi dan anak mengadaptasi keadaan ini pada berbagai tingkatan, menirunya, dan mengambil keuntungan sepenuhnya dari hal ini.

Kedua, karena mengatakan kebenaran membuat anda lebih sedikit mengingat, memori anda lebih sedikit terbebani dan dapat bekerja dengan lebih lancar dan akurat.

Sesungguhnya memperhatikan bahwa hampir semua tokoh genius terkenal dunia memandang tujuan hidup mereka sebagai “pencarian kebenaran” baik di bidang ilmu pengetahuan, seni, filsafat, maupun agama adalah hal yang menarik. Sir Isaac Newton, yang termasuk Sepuluh Besar Genius Sepanjang Masa dan peringkat-peringkat sejenisnya, mencantumkan kalimat ini di salah satu bagian makalahnya saat dia berada di Cambridge: “Saya memiliki tiga orang sahabat yaitu Aristoteles, Plato, dan Kebenaran.”

Shakespeare juga mengatakan: “Kejayaan sang waktu adalah meredakan para raja yang bertikai, membongkar kepalsuan, dan menyingkap tabir kebenaran.”

Mengatakan kebenaran biasanya merupakan sebuah hal yang bersifat lugas. Namun demikian, hal ini dapat menjadi masalah yang jauh lebih kompleks, yang secara langsung berkaitan dengan kekonsistenan dan pesan, disiplin, prilaku, dan stabilitas emosi.

Topics: Tips Pendidikan Anak |

Comments

Mau Bertanya? Boleh..

Kirimkan pertanyaan anda seputar blog ini dengan form ini.
Nama :
Email :
Kategori :
Judul :
Pertanyaan :
Kode Unik :