GRATIS!

Promo

Recent Posts

Archives

Topics

Statistic

Meta

Text Ads

This Day in History


« Keluarlah dari Keterbatasan Pikiranmu, Nak | Main | ABOUT YOUR BRAIN INJURED CHILD (KODE : BI) »

Takut anak menjadi pendendam

By Jana | February 19, 2009

Ms. Jana, saya bertanya benar atau salah jika orang tua mengajarkan anaknya untuk memukul sesuatu, misalnya tembok bila dia terbentur. Anak saya sekarang 16 bulan dan sudah berjalan dan sedang belajar berbicara.

Yang bikin saya senang sekali sejak dia 14 bulan, dia sudah tahu apa fungsi sisir, remote contol dsb, bahkan dia sudah bisa berkomunikasi walaupun blm bs menjawabnya. Nah, saya beberapa kali melihat ibu saya mengajarkan dia untuk memukul sesuatu yg menyebabkan dia jatuh atau terbentur.

Padahal menurut saya kalo kita mengajarkan seperti itu berarti kita mengajarkan anak untuk menjadi pendendam. Mohon penjelasannya dan terima kasih banyak sebelumnya.

Salam,
Rara

Mbak Rara, :-)

Memang benar apa yang Mbak rasakan. Jika anak terjatuh, bukan lantainya yang salah. Atau jika anak terbentur, bukan temboknya yang salah. Si anaklah yang mesti berhati-hati berjalan dan awas akan sekitarnya. Jangan memukul tembok ataupun menghentak lantai.

Ajarkan anak untuk melihat sekitarnya dengan seksama. Lihat di mana posisi kursi dan meja jika anak ingin berjalan ke suatu ruangan. Arahkan dia agar tidak menubruk meja / kursi.

Anak ini seperti kertas putih yang bersih, belum ditulis oleh tinta apa pun. Orang terdekatlah yang akan menulisnya pertama kali. Orang tua, kakek nenek, pembantu, om dan tantenya. Tuliskanlah sesuatu yang positif. Gaungkanlah hal-hal yang membesarkan hati.

Apa yang kita tuliskan, maka itulah yang akan kita baca. Apa yang kita ajarkan kepada anak, maka anak itu akan menjadi seperti itu. Kita menuai apa yang kita tanam sebelumnya.

Topics: Nilai dan Etika |

One Response to “Takut anak menjadi pendendam”

  1. rara Says:
    February 25th, 2009 at 1:16 pm

    Dear Ms. Jana,

    Thanks banget ya jawabannya. Saya jadi lebih gampang untuk ngomong ke ibu saya mengenai hal ini. Dan saya akan berusaha untuk bisa menuliskan puisi yang indah, artikel yang menarik dan segala hal yang positif di kertas putih anak saya. Amien…

    Thanks,
    rara

Comments

Mau Bertanya? Boleh..

Kirimkan pertanyaan anda seputar blog ini dengan form ini.
Nama :
Email :
Kategori :
Judul :
Pertanyaan :
Kode Unik :