« tanya terapi wicara | Main | mendidik anak dalam belajar »
Anak di rumah aktif di sekolah pendiam
By Jana | August 20, 2008
Saya dapat email dari Mbak Nanik Suasmani, member setia Cinta Balita.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas emailnya selama ini. Saya mempunyai masalah yng sama dengan mbak Ratna. Anakku 4 tahun sekarang TK. Di rumah dia sangat aktif gak mau diam dan banyak ngomong. Tetapi di sekolah dia diam. Bahkan kalau gak bisa ngerjakan sesuatu tahu-tahu air mata mengalir tanpa suara (contoh dia makan di sekolah gak mau makan nasi padahal kue juga saya bawain). Sekarang anakku sekolah gak ditungguin dan sepertinya gak ada masalah. Tetapi kalau di rumah ada sedikit masalah (main lari-lari ketinggalan temannya) terus nangis. Kalau diberi pengertian nangisnya tambah keras seperti orang dipukul. Kata orang karena ada adiknya (3 bulan) jadi cari perhatian. Dulu juga naning sih tapi sekarang sepertinya cengeng. Mohon sarannya. Dan gimana supaya anak bisa mandiri dan mau makan. Terima kasih.
Dear Mbak Nanik,
Kebanyakan anak kecil kalau ada adiknya jadi lebih cengeng. Maksudnya dia bersaing memperebutkan kasih sayang orang tuanya, terutama ibu. Dan juga si anak harus belajar berbagi. Yang dulu dia mendapat perhatian 100% dari ibu, sekarang mesti berbagi dengan adik. Dan ini berat buat dia. Dia harus belajar. Dan Mbak sebagai ibu juga belajar bagaimana supaya kedua anak ini mendapat perlakuan yang adil.
“Di sini pentingnya peran ayah. Jika ibu sudah sibuk mengurus adik, maka sebaiknya ayah ikut serta ngemong sang kakak. Jadi anak ini akan merasa tetap mendapat perhatian orang tuanya. Ayah bisa mengajak dia bermain, membaca buku, menyanyi bersama, mendongeng. Buat anak untuk lupa dnegan kegelisahannya akan ibunya.”
Sekarang kalau ke sekolah sudah tidak ditungguin ya? Itu sangat bagus. Itu tandanya dia sudah mulai bisa mandiri. Jika tiba-tiba air matanya mengalir kalau tidak bisa mengerjakan sesuatu, ibu gurunya yang mesti aktif mendatangi tempat duduknya. Tanya dia, kenapa menangis? Apanya yang gak bisa? Bolehkah ibu guru membantumu?
Pada awalnya mungkin anak tidak langsung mau menjawab. Biarkan saja dulu, jangan didesak. Lama-lama dia akan memperhatikan kok ibu guru ini baik sekali ya? Seiring berjalannya waktu, anak akan lebih terbuka pada ibu gurunya. Dan mengutarakan isi hatinya dengan kata-kata, bukan dengan tangisan.
Memang benar apa kata pakar pendidikan anak. Yang diperlukan hanya satu yaitu “KESABARAN“.
Mbak Nanik, di sana nangkep MetroTV ya? Coba nonton hari minggu jam 5 sore waktu Bali (WITA), di sana waktu apa? Acara Nanny 911, topiknya tentang bagaimana mendidik anak dengan baik. Acara ini ditayangkan setelah KickAndy. Saya banyak belajar juga dari sana. Sungguh luar biasa.
Topics: Anak Cerdas, Tanya, Tips Pendidikan Anak |
