GRATIS!

Promo

Recent Posts

Archives

Topics

Statistic

Meta

Text Ads

This Day in History


« Anak sering menyanyi lagu orang dewasa | Main | Membuat anak senang dengan huruf dan angka »

Mendidik anak yang lambat belajar

By Jana | May 12, 2008

pentingnya belajar dan membaca

Tyas mengirim email kepada saya sebagai berikut :
Thanks atas kiriman newsletternya. Banyak sekali manfaat yang bisa saya dapatkan.
Thank you so much!. Oh ya, kalau bisa saya diajari cara mendidik anak yang “slow learner”
seperti anak pertama saya yang saat ini duduk di kelas 3 SD. Demikian, terima kasih.

Dear Tyas,

Thanks atas perhatiannya kepada Cinta Balita Newsletter.

Oya, Tyas udah liat Blog Cinta Balita? Buka aja di website : http://www.miss-jana.org/blog

Tyas bisa kasih komentar, bertanya, atau kasih saran. Silakan aja dech …

Mengenai anak yang “slow learner”, sebaiknya dilihat dulu yach kenapa dia jadi begitu? Mungkin saya bisa berikan beberapa sebabnya di sini.

  • Coba diteliti apakah cara mengajarnya yang kurang sesuai dengan anak tersebut. Maksudnya cara mengajarnya terlalu cepat? Atau terlalu lambat? Apakah dia lebih senang belajar dengan mendengarkan musik? Di sini diperlukan suasana belajar sambil bermain agar lebih menyenangkan. Dengan demikian, sel-sel otak akan lebih cepat menyerap informasi yang diberikan.
  • Apakah waktu belajarnya kurang tepat? Biasanya anak akan senang belajar jika dia dalam keadaan kenyang, tidak lapar dan haus.
  • Apakah ada yang merisaukan hatinya di sekolah? Teman-teman atau gurunya? Anak akan lebih senang belajar bila tidak ada tekanan dari siapa pun.

Jika sudah ada gambaran apa sebenarnya yang membuat dia menjadi “slow learner’, Tyas bisa email saya lagi, silakan aja ya .. :-)

Suasana belajar sambil bermain bisa diciptakan dengan beberapa cara berikut. Silakan ciptakan ruang belajar di lantai (diisi tikar lebih bagus). Letakkan rak buku yg pendek agar anak bisa menjangkaunya dan mengambil buku-buku dengan mudah. Belajarlah ikut bersama anak dalam suasana hati yang gembira, baik orang tua maupun anak. Bersikaplah sebagai temannya. Jika anak membuat kesalahan, berilah jawaban yang benar. Anak jangan dipojokkan, karena membuat kesalahan adalah alami. Kita sebagai orang dewasa pun sering salah, apalagi anak-anak. Berikan saja jawaban yang mana yang benar. Jangan mengetes anak, karena ini akan menurunkan motivasi belajarnya.

Jadi, dalam hal ini Tyas berusaha menumbuhkan minat belajarnya lebih dulu. Kalau anak sudah senang belajar, maka belajar apa pun dia akan lebih termotivasi.

Jika ada pertanyaan, jangan sungkan untuk menghubungi saya lewat email … :-)

Topics: Anak Cerdas, Tanya, Tips Pendidikan Anak |

One Response to “Mendidik anak yang lambat belajar”

  1. Mendidik Anak yg “Lemot” Belajar « Diary Arsya Says:
    May 1st, 2009 at 3:20 pm

    […] tertarik dan tertantang (terlebih lagi betah) untuk belajar lebih lama dan lebih giat. Sumber: Miss Jana Blog Papa […]

Comments

Mau Bertanya? Boleh..

Kirimkan pertanyaan anda seputar blog ini dengan form ini.
Nama :
Email :
Kategori :
Judul :
Pertanyaan :
Kode Unik :