GRATIS!

Form Pemesan Program Belajar Anak

Usia Anak:
Bahasa:
Kompetensi Anak Yang Ingin Dikembangkan (silakan pilih):



Anggaran Pendidikan Ekstra Anak Per Bulan:
Nama:
Email:
Kode Anti Spam:
Visual CAPTCHA

Recent Posts

Archives

Topics

Statistic

Meta

Text Ads

This Day in History


« INVITATION : Hari Kedua Douglas Doman dalam Seminar ‘How to Multiply Your Baby’s Intelligence’ | Main | Betapa Pentingnya Membaca Buku dan Menulis di Kertas »

Waktu Anak di Rumah

By Jana | March 11, 2008

Tita lagi naik sepeda

Tahukah anda bahwa anak anda menghabiskan waktunya dua kali lebih banyak di rumah daripada di sekolah?

Apakah anda sadar bahwa :

  • Jika anak anda memulai sekolah TK pada usia 4 tahun, anak anda telah menghabiskan 17.500 waktu terjaganya (tidak tidur) bersama anda di rumah? (4 tahun x365 hari x 12 jam = 17.500)
  • Rata-rata, setiap anak mendapatkan hanya 11 menit dari perhatian pribadi gurunya selama di sekolah? (40 menit : 30 anak x 8 kelas = 10,66)
  • Seorang anak seringkali belajar lebih efektif dalam suasana / lingkungan yang rileks dan sambil lalu di rumah, di mana tidak ada tekanan dari kawan sebaya.

Membuat rumah anda tempat yang paling penting untuk anak belajar, dan anda adalah guru yang paling penting bagi anak, bukankah benar demikian?

Atau haruskah anak membaca atau belajar sepanjang waktu?

Tidak. Anak memerlukan program seimbang yang mencakup kegiatan fisik, mental, dan emosional.

Rata-rata berapa jam per minggu anak anda menghabiskan waktunya dalam kegiatan-kegiatan ini :

  • Di depan layar kaca : menonton TV, bermain video games, komputer / internet?
  • Aktivitas fisik : olah raga, permainan di luar rumah?
  • Aktivitas seni : musik, melukis, lain-lain?
  • Kegiatan belajar : membaca, menulis, bentuk-bentuk lain dari pengalaman belajar?

Dengan tidak tersedianya berbagai materi pembelajaran di rumah yang sesuai dan menarik perhatian anak-anak, dan juga multimedia, maka seorang anak tentu saja akan lebih tertarik kepada kegiatan yang lain.

Anak-anak tidak bisa membuat keputusan yang terbaik untuk dirinya. Tidakkah kemudian, tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menyediakan mereka lingkungan yang tepat sebagai penunjang perkembangan totalnya?

Lalu bagaimana dengan anda?

Note :
Data-data di atas dikutip dari buku Give Your Child The Winning Edge terbitan Educational Technologies

Topics: Anak Cerdas, Tips Pendidikan Anak |

22 Responses to “Waktu Anak di Rumah”

  1. Herman Says:
    March 11th, 2008 at 7:47 am

    pengalaman waktu saya anak-anak

    waktu kecil saya lebih banyak juga dihabiskan untuk bermain sama teman-teman.. misalnya main kelereng, mancing ikan di sungai, main layangan, petak umpet, dll …

    sehabis magrib belajar ngaji di surau sampai isya

    berinteraksi dengan teman-teman kecil di kampung sangat menyenangkan daripada tinggal di rumah sendirian…

    ngak tahu kalau anak-anak jaman sekarang..

  2. Kusuma Putra Says:
    March 11th, 2008 at 7:58 am

    Bagus sekali mbak, terimakasih yah karena menghadirkan artikel-artikel yang sangat bagus dan bermanfaat mengenai dunia anak.

    Waduh jika saja setiap orang membaca artikel-artikel yang mbak tuliskan, anak-anak mereka akan sangat berterima kasih kepada mbak karena sudah mengingatkan orang tua mereka akan pentingnya memberikan waktu dan perhatian mereka kepada anaknya.

    Bukan hanya menitipkan anak ke sekolah dan hanya membelikan mainan atau game NAMUN sesuatu yang harusnya akan jauh lebih bermanfaat, diberikan sesuatu dimana anak bisa belajar mengenai tiga hal yang mbak sebutkan yaitu:

    ketrampilan dasar, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai moral dan etika!

    Dengan ke 3 hal itu anak seperti mempunyai sayap untuk terbang mengarungi masa depannya yang sangat cerah sekaligus menantang.

    How true is that mbak!

  3. Jana Says:
    March 11th, 2008 at 8:36 am

    Dear Pak Herman,

    Tantangan tiap jaman itu berbeda. Begitu pula dengan pola asuh anak-anak, tiap jaman mempunyai pola asuh sendiri.

    Sama dengan Pak Herman, saya juga mempunyai masa kecil yang penuh bermain dengan teman-teman sebaya. Petak umpet, main kerang-kerang, loncat tali merdeka, wah pokoke asik tenan dech. Yach, dulu belum ada komputer, play station, handphone.

    Nah, jaman sekarang teknologi sudah merambah ke dalam rumah. Keponakan saya yang umurnya 3 tahun sudah bisa main komputer sendiri. On off, cari games, main CD rom interaktif English Time, cari lagu anak-anak, semuanya dia sendiri. Terus yang umur 1 tahun, sudah mulai klik-klik keyboard. Kadang minta dipangku di saya, ajak dia kerja.

    Jika kita sebagai orang tua menyediakan banyak buku yang bagus, dan games komputer yang mendidik, maka anak-anak ini tidak akan terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dibawa oleh teknologi.

    Be a smart parent …. :-)

  4. Jana Says:
    March 11th, 2008 at 8:47 am

    Betul sekali, Dear Kus. Ketiga hal itu memang sebaiknya diberikan kepada anak sekaligus. Ketrampilan dasar, pengetahuan, dan nilai-nilai moral dan etika.

    Dalam memilih pekerjaan apa pun nantinya, anak akan selalu memerlukan dua hal yaitu ketrampilan dasar dan nilai-nilai. Sedangkan pengetahuan yang diperlukan tergantung bidang apa yang ditekuninya. Seperti Kusuma, memilih bidang internet marketing.

    Ketrampilan dasar digunakan agar kita bisa hidup sebagai manusia. Menurut psikolog anak, diperlukan 93 ketrampilan dasar yang lengkap agar seorang anak bisa bertumbuh dengan baik dan cerdas. Apa saja itu? Tunggu saja artikel selanjutnya … :-)

  5. Kusuma Putra Says:
    March 11th, 2008 at 11:23 am

    Uh keren habis deh mbak.

    Maju terus mbak.. sebarkan informasi yang mbak miliki mengenai kecerdasan dan potensi otak anak ke seluruh negeri! Supaya anak-anak masa depan diperlengkapi dengan 3 keahlian dasar diatas dan juga 93 ketrampilan dasar.

    Haha, lucu banget si Ening dan Tita yah, usia segitu sudah main komputer? bagaimana usia 15 tahu nanti? kayaknya dah pensiun deh hasil income dari internet!

    Lah papa sama tantenya aja dah jago, gimana anaknya nanti! Ngomong2 kapan giliran mbak Jana? masa cuman ngasuh anak kakak aja mbak? :)

  6. Jana Says:
    March 13th, 2008 at 5:00 am

    Komentar Pak Kusuma bagus-bagus banget yach …. :-) Saya selalu terkesan jika membaca tiap katanya.

    Emang bener tuh si Tita dan Ening udah main komputer. Yach mau gimana lagi, rumah saya juga sebagai kantor. Jadi saya dan adik bekerja sambil menjaga anak-anak, dan belajar sambil bermain dengan mereka.

    Mengenai giliran saya punya anak sendiri, Pak Kus mesti bantuin saya mencarikan calon bapak yang tepat …. :-) Tapi gak usah terburu-buru. Semua kan ada waktunya.

    Oya, Tita dan Ening itu adalah anak dari ADIK saya lho …

  7. Jos Says:
    March 17th, 2008 at 1:07 pm

    mbak Jana ,
    Artikel Waktu Anak Dirumah ,cukup menarik untuk saya ikut memberi opini..boleh toh mbak,.:)
    Idealnya memang setiap orang tua harus mengetahui,menerapkan dan memberikan waktu dan perhatian kepada anak-anak. Dan bila semua masyarakat ” orang Tua ” melakukan hal ini ,maka bangsa kita akan memiliki anak-anak yg sehat dan pandai.
    Jika kita melihat kenyataan di bangsa kita sekarang ini,sungguh sangat menyedihkan hati…karena ada ribuan bahkan mungkin jutaan anak-anak yg merasa kesepian di tingggal oleh orang tua mereka seharian ,karena harus mencari nafkah untuk mereka harus tetap hidup.
    Nah … mbak Jana, masalah utamanya adalah karena Kemiskinan / penghasilan yg sangat minim dari keluarga ,sehingga kedua orang tua harus ikut bekerja. Dan yg menyedihkan lagi,anak-anak yg seharusnya menikmati masa anak-anak…..mereka harus merasakan ,mengalami dan menghadapi keadaan dari kedua orang tua mereka yg miskin ( Sedih ya Mbak Jana ) tersebut.
    Saya percaya , langsung atau tidak langsung anak-anak tersebut akan terbentuk mentalnya dengan lingkungan seperti yg saya katakan diatas ( kemiskinan/serba kekurangan ).
    Mungkin ada baiknya ,badan-badan sosial yg bergerak dibidang pemerhati anak-anak,untuk memfokus kepada anak-anak miskin apalagi yg terlantar … bahkan buat kampanye/seminar gratis buat keluarga-keluarga miskin tentang mendidik anak-anak mereka.
    bagaimana menurut Mbak Jana ?
    terima kasih God Bless You

  8. Jana Says:
    March 18th, 2008 at 2:41 am

    Dear Pak Jos,

    Memang banyak sekali keluarga miskin yang terpaksa bekerja hanya untuk menyambung hidup saja. Bahkan anak-anak mereka pun ikut bekerja tanpa bisa menikmati masa kecil yang seharusnya mereka rasakan. Tentu saja siapa pun tidak bisa menyalahkan mereka. Seandainya keadaannya lebih baik, tentu orang tua tidak akan mengabaikan anak-anak, bukan?

    Kebodohan akan menimbulkan kemiskinan. Yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah membuat perut mereka terisi, dengan membuka lapangan kerja baru, atau melatih mereka unutk bisa bekerja dengan baik. Saya tidak tahu siapa yang akan melakukan hal ini. Bisa saja badan-badan sosial, badan tenaga kerja, atau pun anggota masyarakat yang peduli dan mempunyai niat baik.

    Nah, setelah perut tidak merasa lapar lagi, barulah kita bisa mengupayakan untuk memberikan mereka penyuluhan gratis bagaimana cara mendidik anak.

    Atau bisa juga, Pak Jos, jika Tuhan berkenan, saya dan Pak Jos dan teman-teman yang lain yang peduli, membentuk suatu badan sosial untuk membantu anak-anak ini …. :-)

    Bagaimana, Pak?

  9. Alim Mahdi Says:
    March 20th, 2008 at 2:56 am

    Tulisan yang sangat membantu…. terutama bagi kami yang mempunyai anak yang masih kecil. Suksess ya

  10. Jana Says:
    March 20th, 2008 at 9:52 am

    Mas Alim, terima kasih kunjungannya ke blog saya ini yang usianya baru beberapa minggu. Ditunggu masukannya.

    Oyah, anak-anak Mas Alim umur berapa? Sudah diajarkan apa mereka?

  11. Jana Says:
    March 21st, 2008 at 6:57 am

    Menyambung komentar Pak Jos tentang masih banyaknya anak-anak miskin di negara kita tercinta ini. Seperti biasanya sehabis makan malam, kemarin saya membaca buku. Tapi karena mata sudah mengantuk karena seharian di depan komputer, saya tertidur di kursi. Ibu membangunkan saya.

    Di TV saya lihat film bagus, jadi saya ikut menonton. Niatnya sih hanya semenit aja. Eh, tahunya sampai filmnya habis saya masih nongkrong di sana. Saya ingat bahwa kemarin hari Kamis, pasti ada acara Kick Andy di MetroTV. Langsung dech pindah channel.

    Wah, saya memang harus menonton TV malam itu. Rupanya ada acara 2nd anniversary Kick Andy! Mereka menampilkan kembali kisah-kisah inspiratif yang menyentuh hati pemirsa.

    Pak Jos tahu, acara itu telah membuat saya jatuh cinta banget. Mereka yang tampil di sana memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamrih. Mereka tidak pernah meminta balasan / bayaran atas apa yang telah dilakukannya dengan ikhlas. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana masyarakat mendapat manfaat.

    Akhirnya banyak sekali donatur yang terbuka pintu hatinya dan menyumbangkan dana / bantuan dalam bentuk lain.

    Saya seringkali hampir menangis menonton acara tersebut. Pak Jos bisa buka dech http://www.kickandy.com

  12. Jos Says:
    March 24th, 2008 at 8:02 pm

    dear Mbak Jana

    Saya udah beberapa hari ini tidak buka internet,karena sibuk di pembangunan perumahan yg sementara mulai dibangun.
    Memang acara Kickandy sangat oke ,saya juga nonton hut yg ke 2 dari acara tesebut.
    Acara Kickandy memang luar biasa bagus ,banyak kisah - kisah kehidupan manusia yg terlupakan dan dilupakan oleh segala hal duniawi.
    Saya juga terinprasi dengan pelayanan - pelayanan yg tulus dan tanpa pamrih dari kisah orang-orang yg mau peduli dengan sesama yg butuh pertolongan.
    Di daerah saya Flores ,masih banyak sekali masyarakat yg perlu di bantu dalam hal informasi,pendidikan,cara hidup yg sehat,konsep-konsep kerja dan semangat untuk maju.
    Ada rencana saya,untuk membentuk kelas pendidkkan bisnis gratis buat masyarakat kecil yg butuh pengetahuan yg lebih up to date didalam mereka meraih dan memenangkan tantangan jaman saat ini.
    Tujuannya adalah terciptanya masyarakat yg berorientasi usaha bukan hanya ingin menjadi PNS (pegawai negeri sipil ).Dengan harapan ,mereka bisa mendapat income dari usaha konventional yg begitu banyak dapat diciptakan dan dikerjakan,secara tidak langsung dapat membantu penghasilan mereka menjadi lebih baik,ketimbang mereka tidak melakukan apa-apa dan hanya berharap gaji bulanan.
    Dengan penghasilan yg lebih baik,maka diharapkan kehidupan keluarga mereka akan lebih baik .
    untuk itu saya telah membeli sebuah rumah untuk saya jadikan ruang-ruang kelas ,namun saat ini saya masih
    bekerja sendiri untuk mewujudkan hal ini. Ada beberapa teman di Universitas Flores dan di beberapa LSM yg mau ikut gabung dalam misi saya ini.
    Mungkin suatu hari saya akan datangkan pembicara-pembicara dari luar ,tidak tertutup kemungkinan teman-taman dari dunia internet termasuk Mbak Jana :).
    Doakanlah ya Mbak Jana.
    Untuk awalnya memang butuh biaya yg tidak sedikit,namun saya akan tetap mewujudkannya,walaupun saya harus mengeluarkan uang dan minta pertolongan pada Tuhan.
    Thank a Lot Mbak Jana dan Kusuma ,atas semua tulisan-tulisan yg bagus dan mendidik .Semoga kita tetap diberi kekuatan untuk terus dapat berbuat baik dan peduli kepada sesama kita.
    God Bless

  13. Jana Says:
    March 25th, 2008 at 7:24 am

    Tulisan Pak Jos bagus sekali. Sangat menyentuh hati yang membacanya. Saya sampai tidak bisa langsung membalas. Harus menenangkan diri dulu. Tarik nafas dulu. Satu … dua … tiga … :-)

    Tentu saja saya dan Pak Kusuma senang sekali jika suatu saat bisa ke Flores dan berbagi ilmu di sana. Membantu orang banyak seperti Pak Jos :-)

    Apa pun yang kita lakukan yang berdasarkan CINTA YANG TULUS kepada sesama, pasti akan mendatangkan kebahagiaan. Betul kan, Pak?

  14. Kusuma Putra Says:
    March 25th, 2008 at 12:14 pm

    Waow.. mantap nian pak Jos rencananya, dahsyat yah, hanya dengan berkomunikasi via blog seperti ini kita bisa membuat sebuah rencana besar bagi, masyarakat disana.

    Saya sangat setuju dan salut dengan perhatian besar pak Jos bagi perkembangan masyarakat di Ende dan Flores sana.

    Walau saya belum pernah main kesana, namun dari cerita pak Jos, saya yakin tempatnya sangat indah dan mengesankan. That’s why, such a nice person like Jos, choose to live there!

    Okay Jos, saya dukung rencana untuk menyumbangkan pemikiran dan memajukan pendidikan disana, terutama untuk orang tuanya, supaya mereka bisa berpikir ala pengusaha, termasuk ” Bagaimana Berbisnis Online”.

    Dan semoga saya, Jana atau yang lain, bisa datang kesana, dan berbagi disana.

    Saya sendiri, sudah siap! :)

  15. Jos Says:
    March 25th, 2008 at 6:00 pm

    dear Mbak Jana n Pak Kusuma yg Ganteng

    Thanks atas supportnya.
    Kenapa saya mempnyai misi seperti yg saya cerita . Tentu ada cerita yg menginspirasikan saya untuk mau mewujudkannya.
    Ceritanya,saat saya mengurus KPR ( kredit Perumahan Rakyat ) untuk nasabah kami di Perumahan yg kami bangun,sungguh suatu pengalaman yg mengejutkan saya,kenapa ? karena rata-rata konsumen kami adalah PNS. Ada seorang PNS GURU SD di sebuah Dusun ( jauh dari kota )dengan gaji perbulan Rp.2.250.000.- dengan memiliki seorang istri dan memilki 5 orang anak ( umur 1 thn,2,thn,3 thn,4 thn dan 5 thn ) .
    Beliau membeli rumah type 36 dengan harga 60 juta.Waktu saat saya antar beliau ke sebuah bank dan menghitung gaji yg harus dipotong perbulan untuk mendapat KPR …dan…hasilnya gajinya harus dipotong 50 % tiap bulannya. Terus saya tanya kepada beliau,apakah sanggup dengan gaji 50 % ( Rp.1.125.000 ) bisa membiayai kebutuhan keluarga ( Besar ), jawabnya yaaah yang penting istri dan anak-anak saya dapat memiliki rumah di kota, soal makan saya bisa kirim dari kampung seperti ubi/singkong dan sayur mayur.
    Teman-temanku , sungguh kenyataan hidup yg sangat prihatin. Sudah jelas dan jelas sekali ,kehidupan anak2 dan istrinya jauh dari hidup yg sehat dan berkecukupan ( saya hampir tiap hari melewati rumah mereka ).
    Oh ya sangking susahnya ,saat ini istrinya stresss berat,hampir tiap hari ribut dengan tetangga.Sedangkan suaminya sebulan sekali baru turun dari gunung.Betapa berat beban yg harus dipikul ,bukan saja oleh orang tua,namun anak-anak mereka harus ikut menghadapi dan meraskan keadaan yg serba memprihatinkan.
    Coba si Bapak ini adalah seorang pengusaha …cerianya pasti beda.
    Nah inilah sala satu kenyataan yg memberi inspirasi saya untuk membangun misi yg saya ceritakan tersebut.

    oke,sebenarnya sangat banyak sekali para PNS yg sperti cerita diatas, salah siapa Tuhanlah yg dapat menjawabnya.
    Sekali lagi doakanlah mereka-mereka ,anak-anak mereka dan semua orang miskin atau yg kekurangan oleh karena ketidaktauan mereka atau kurang pengetahuan mereka .
    Mari lewat segala usaha yg kita lakukan ( bisnis,menulis ataupun apa saja) kita dapat memberi bahkan menolong mereka.
    God Bless

  16. Jana Says:
    March 26th, 2008 at 9:03 am

    Pak Jos, bukan salah siapa pun jika seseorang sekarang ini ada dalam keadaan serba kekurangan. Dia sendirilah yang harus mengubah hidupnya ke keadaan yang lebih baik.

    Kita sebagai orang lain, patut membantu apa yang bisa kita bantu. Bantulah dengan EMPATI, bukan simpati.

    Tuhan pasti melimpahkan kesejahteraan kepada mereka yang benar-benar berusaha dengan tekun. Iya kan, Pak?

  17. Iklan Gratis Says:
    March 26th, 2008 at 9:07 am

    Pak Jos,

    Ceritanya sangat menyentuh sekali… dan saya yakin benar, masih banyak beliau-beliau yang lain yang sama nasib atau keadaannya diluaran sana, di seluruh Indonesia ini.

    Tidak heran banyak pembicara saat ini yang menggalakkan untuk menjadi seorang pengusaha.

    Betapa benarnya itu pak. Seandainya mereka seorang pengusaha, atau paling tidak nyambi usaha, maka tentu mereka akan menjadi lebih makmur.

    Karena pendidikan sangat erat dengan keadaan ekonomi, maka bagaimana mungkin sang bapak dan istrinya bisa memberikan pendidikan yang terbaik keanak-anaknya, sedangkan perut mereka saja tidak penuh.

    Bagaimana pula mereka bisa memberikan pendidikan yang terbaik disaat mereka masih ngos-ngosan mencari sesuap nasi buat kelima anaknya.

    Ironisnya, ada buanyak sekali peluang yang ada didunia ini, termasuk di Internet, jika saja mereka tahu bagaimana caranya.

    Semoga deh, mata mereka dibukakan, hati mereka dicelikkan lewat tangan-tangan manusia-manusia berbudi yang mau share kepada mereka bagaimana caranya. ( salah satunya Pak Jos ).

    Sedangkan tentu mereka belum bisa mengenal Jana, atau membaca tulisan ini karena mereka tentu belum online.

    Tugas dan tanggung jawab kita semua, selain pemerintah, untuk berdoa bagi mereka, dan segera turun malaikat-malaikat Tuhan untuk tidak hanya memikirkan namun membantu mereka membantu diri mereka sendiri.

    Sip pak Jos, thanks sharingnya! Saya rindu mendengar cerita-cerita bapak yang lain, di belahan bumi yang berbeda dari tempat kami saat ini..sungguh senang mengetahui dilema dan gempita yang ada disana.

    Salam buat bunda pertiwi disana pak!

  18. Jos Says:
    March 26th, 2008 at 5:09 pm

    dear Mbak Jana dan Iklan Gratis,

    thanks atas tanggapan atas apa yg saya ceritakan.
    Untuk Mbak Jana tentang Salah Siapa ,memang tidak ada yg patut disalahkan atas kesusahan atau kemiskinan yg dialami orang lain atau kita sendiri.
    Namun banyak sekali kemiskinan yg terjadi di negara kita ,lebih banyak disebabkan oleh ketidaktauan mereka tentang PELUANG USAHA ,oleh karena mereka terlalu cape,letih,lesuh hari-harinya untuk melewati hari demi hari kemiskinan yg sungguh berat .
    Tentu ada orang miskin karena Malas ( yg ini gak perlu dibantu)
    Nah kita yg diberkati Tuhan dengan kesempatan yg lebih baik dari mereka yg berasal dari keluarga tidak mampu , wajib sebagai SALURAN BERKAT buat mereka tanpa pamrih atau embel-embel lainnya. Entah berkat materi(uang),pengetahuan,obat-obatan,peralatan kerja,pelatihan ketrampilan dan masih banyak sekali yg bisa kita buat untuk sesama kita yg kekurangan.
    Namun segala bantuan yg kita lakukan ,harus memakai hikmat ( tidak asal bantu ).

    Kita jangan tunggu pemerintah turun tangan,jika kita benar-benar bernurani,karena kita ( rakyat ) yg harus pertama melakukan segala hal yg baik.
    Saya teringat saat krisis moneter melanda Asia Tenggara,dimana Malaysia adalah sala satu yg terkena dampak krisis Moneter,namun apa yg rakyat Malaysia lakukan ? sehingga dalam 2 tahun ,Malaysia terlepas dari Krisis Moneter. Mahatir sebagai PM pada waktu itu mengatakan,Krisis ini dapat diselesaikan lebih cepat apabila setiap kita (rakyat Malaysia) berhenti membeli dollar ( jual ringgit ) . Dan hal ini mereka( rakyat Malaysia) lakukan dan kini terbukti Malaysia terbebas dari Krisis Ekonomi . Terus bagaimana dengan Indonesia,KITA JANGAN PESIMIS DENGAN PEMERINTAH YG ADA, mari kita mulai dari diri kita untuk melakukan hal-hal yg dapat membangun masyarakat kita dari segala kemunduran,kemiskinan dsb. Dengan talenta/bakat yg telah Tuhan titipkan kepada kita.
    Ayo Teman dan Sahabat dunia Maya,jangan tunda ,banyak yg menunggu kita,mulailah dengan lingkungan dimana kita berada.
    Sudahkah hari ini kita peduli dengan sesama kita ?
    Jawabnya ada pada kita.
    Terima kasih khusus buat Mbak Jana yg telah membuka ruang ini,terima kasih untuk semua teman-teman yg telah membaca dan memberi support atas sharing yg saya lakukan.
    Ruang ini juga merupakan suatu kepedulian kita.
    Bravo Mbak Jana.
    God Bless All

  19. Iklan Gratis Says:
    March 27th, 2008 at 3:39 am

    Pak Jos yang peduli,

    Benar sekali pak, tentu kita sebagai masing-masing pribadi juga bisa ambil bagian, tidak berpangku tangan, tidak menunggu pemerintah yang lakukan terlebih dahulu.

    Dengan sebuah niat baik saja sebenarnya kita sudah membantu, tinggal perencanaan dan pelaksanaan yang baik kemudian.

    Okay pak Jos, nama saya Kusuma, dan saya tinggal di Denpasar Bali, saya yakin bapak kenal saya sebelumnya.

    Saya tunggu sharing bapak yang lain, dan rencana bagus disana. :)

    Kus

  20. Jana Says:
    March 27th, 2008 at 8:46 am

    Hahaha ……
    Pak Jos, ternyata Iklan Gratis itu Pak Kusuma. Yach, kok gak ketahuan sih? Untung saja Pak Kus sangat baik hati mau membuka identitas barunya :-)

    Btw, betul sekali bahwa masing-masing dari kita merupakan CHANNEL TUHAN untuk berbagi kepada sesama. Kita yang lebih tahu tentang sesuatu hendaklah berbagi kepada mereka yang belum tahu. Ingat kan, Pak, dengan perumpamaan gelas berisi air yang sudah saya uraikan di komentar sebelumnya. Yach, itu dia!

    Itulah sebabnya mengapa saya bertahan membuat Cinta Balita Newsletter tanpa putus. Dan lanjut ke Blog Cinta Balita ini.

    Thanks Pak Kus, atas semua supportnya :-)

    Thanks Pak Jos, atas semua komentar, semangat, dan ceritanya yang inspiratif :-)

    Silakan berbagi lewat blog saya ini.

    MUCH LOVE for all of you :-)

  21. Jos Says:
    March 27th, 2008 at 3:32 pm

    Ha ha ha ha ….
    Mbak Jana …memang Kusuma suka becanda…biar sehat,karena ketawa dapat membuat kita bertambah sehat,tapi jangan tertawa sendiri …bahaya lho he he he ee.
    hari ini ,saya hadir di sebuah komunitas orang-orang kecil di pinggiran sebuah pasar ,kebetulan rumah dimana mereka bertemu adalah rumah teman masa kecil saya.
    Topik pembicaraan dari kelompok tersebut adalah PILKADA karena tahun ini di Ende akan diadakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yg baru, so dimana-mana orang Ende banyak berbicara tentang siapa calon dan mana yg terbaik dari paket-paket calon yg ada ( add 7 paket ).
    Nah ada satu point penting yg saya petik dari bincang-bincang kelompok tersebut…yaitu betapa penting dan perlunya WAWASAN YG LUAS DI ERA IT sekarang ini.
    Yang mana dari yg milih dan yg dipilih harus mempunyai wawasan yang luas ,karena kalau tidak yg milih bisa salah milih dan yang dipilih bisa salah dalam berkompetisi apalagi didalam memimpin sebuah daerah tingkat kabupaten.
    Wawasan Perlu bagi siapa saja ,saya ingat ada ungkapan yg berbunyi ” Thing Globaly Act Lcaly ” yg mana kita harus berwawasan global dan bertindak sesuai karakter daerah dimana kita tinggal . Setuju khan teman-teman ??
    Dan ada seseoranng di kumpulan tersebut yg mempunyai usaha warnet,wah jadi seru ,saya ceritakan hebatnya Internet dsb. Yg menyedihkan saya hampir semua yg hadir disitu masih GAPTEK tentang internet.
    Nah teman-teman yg Cuakep-cuakep, sebenarnya saya udah buat blog saya,namun saya masih belum publikasikan ,karena masih jauh dari sempurna.
    Thanks buat Mr.Kusuma alias Iklan Gratis,atas email-emailnya yg mengajari tentang pembuatan blog plus tips-tips yg ok punya.
    Oh ya mungkin bulan Mei iini saya berangkat ke Bali,untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis,dan saya diminta menjadi sala satu motivator . Bila ada waktu kita ketemuan ya .
    Okey hari ini aku cuape sekali,nanti di sambung lagi.
    Salam Manis dari Kota Ende untuk semua teman-teman.
    God Bless All

  22. Jana Says:
    March 29th, 2008 at 8:24 am

    Wah, Pak Jos. Hebat sekali, jadi motivator! Gak salah donk komentar-komentarnya bagus, OK punya.

    Iya, iya, kalo ada waktu kita ketemuan di Bali ya, ama Pak Kusuma juga :-)

    Saya setuju dengan ungkapan “Think Globally, Act Locally”. Sama dengan “di mana kita berpijak di sana langit dijunjung”. Segala apa yang kita lakukan semestinya disesuaikan dengan daerah tempat kita tinggal.

    Wawasan yang luas bisa diperoleh dengan banyak dapat masukan dari hal-hal positif dari baca buku, nonton TV, ngobrol ama teman, chatting di internet juga lho!

    Dan hal-hal yang negatif juga perlu diketahui (tidak menutup mata ya), agar ada pembanding dengan hal positif yang dilakukan. Jadi upaya perbaikan ke depan bisa dikerjakan lebih intensif.

    Rupanya Ende besar sekali potensi untuk pengembangan dunia internet ya. Karena masih banyak yang gaptek :-)

    Pak Jos, kalo blog-nya udah jadi, kasih tau saya ya. Ntar saya isi komentar di sana :-)

Comments

Mau Bertanya? Boleh..

Kirimkan pertanyaan anda seputar blog ini dengan form ini.
Nama :
Email :
Kategori :
Judul :
Pertanyaan :
Kode Unik :